Model Pembelajaran AI-Integrated Ecocultural Game-Based Learning
Synopsis
Buku ini memperkenalkan Model AI-Integrated Ecocultural Game-Based Learning sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang memadukan kecerdasan buatan, konteks budaya-ekologi, dan pembelajaran berbasis permainan. Kecerdasan buatan diposisikan sebagai sistem pendukung yang membantu memperkaya skenario, pilihan, konsekuensi, pertanyaan pemantik, dan umpan balik awal. Konteks ekokultural digunakan untuk mendekatkan pembelajaran dengan kehidupan, nilai masyarakat, lingkungan, dan masalah sosial yang nyata. Sementara itu, permainan edukatif digunakan sebagai ruang pengalaman agar pembelajar dapat berperan aktif, berdiskusi, mengambil keputusan, menerima konsekuensi, dan melakukan refleksi.
Model ini tidak menempatkan teknologi sebagai pusat pembelajaran. Teknologi, termasuk AI, tetap dipahami sebagai alat bantu yang perlu digunakan secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Pusat pembelajaran tetap berada pada manusia, yaitu pendidik atau fasilitator sebagai pengarah proses, pembelajar sebagai pelaku utama, kelompok sebagai ruang kolaborasi, serta nilai kehidupan sebagai dasar dalam memahami masalah dan mengambil keputusan. Oleh karena itu, buku ini tidak hanya membahas cara memanfaatkan AI dalam pembelajaran, tetapi juga menekankan pentingnya literasi AI, refleksi, etika, dan tanggung jawab sosial-ekologis.
Isi buku ini disusun secara bertahap agar pembaca memperoleh pemahaman yang utuh. Bab pertama membahas rasional model, terutama tantangan pembelajaran pada era sosial-digital dan kebutuhan penguatan kemampuan analisis serta evaluasi. Bab kedua menguraikan pijakan konseptual model, termasuk pembelajaran berbasis permainan, pembelajaran ekokultural, AI sebagai sistem pendukung, serta kemampuan analisis dan evaluasi sebagai arah capaian model. Bab ketiga menjelaskan hakikat model, mulai dari pengertian, tujuan, prinsip dasar, karakteristik, keunggulan, keterbatasan, hingga kebaruan model. Bab keempat menguraikan sintaks atau tahapan model yang menjadi alur penerapan dalam kegiatan belajar. Selanjutnya, Bab kelima membahas sistem sosial model, yaitu pola hubungan antara pendidik, pembelajar, kelompok, AI, skenario permainan, dan konteks sosial-ekologis. Bab keenam menguraikan prinsip reaksi, yaitu cara pendidik atau fasilitator merespons proses berpikir pembelajar melalui pertanyaan penuntun, bantuan bertahap, klarifikasi, umpan balik, refleksi, dan pengecekan respons AI. Bab ketujuh menjelaskan sistem pendukung model, seperti rancangan pembelajaran, media berbasis AI, skenario permainan, panduan pendidik, panduan pembelajar, rubrik, perangkat pemantauan, dan format refleksi. Bab kedelapan menutup pembahasan dengan uraian mengenai dampak instruksional dan dampak pengiring model, terutama kemampuan analisis, kemampuan evaluasi, kepekaan sosial-ekologis, kolaborasi, komunikasi argumentatif, refleksi, dan literasi AI etis.
Buku ini ditujukan bagi pendidik, fasilitator, pengembang pembelajaran, pegiat pendidikan masyarakat, penggerak komunitas, pelatih, pemerhati lingkungan, serta pembaca umum yang memiliki perhatian terhadap pembelajaran kontekstual dan inovatif. Model yang disajikan dalam buku ini dapat disesuaikan dengan berbagai ruang belajar, baik dalam pendidikan formal, pelatihan, kegiatan komunitas, pendidikan keluarga, maupun program pengembangan masyarakat. Pembaca dapat mengadaptasi skenario, aturan permainan, media, dan bentuk refleksi sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik peserta belajar.
ISBN: (proses)
Harga: Rp 100.000
vii+166 hlm; 15,5x23 cm