Seni Memahami Potensi Peserta Didik
Keywords:
peserta didik, pendidikanSynopsis
Di tengah perubahan lanskap pendidikan yang semakin kompleks, pendidik kerap dihadapkan pada tantangan: bagaimana memahami peserta didik secara utuh tanpa terjebak pada label, angka, atau penilaian sesaat. Buku ini menawarkan perspektif bahwa memahami potensi peserta didik adalah sebuah seni—seni yang menuntut kepekaan, ketelitian, dan keberanian untuk melihat peserta didik sebagai subjek belajar yang hidup, bukan semata objek pengajaran. Karena itu, buku ini tidak hanya berbicara tentang strategi dan konsep, tetapi juga tentang cara pandang, refleksi, serta praktik pedagogis yang memberi ruang bagi peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaiknya. Struktur buku ini disusun melalui kontribusi para penulis dari beragam latar keilmuan dan pengalaman, sehingga menghadirkan narasi yang kaya dan saling melengkapi. Pada bagian awal, pembaca diajak memahami potensi peserta didik sebagai proses tumbuh dan berkembang, termasuk peran ruang dan lingkungan dalam membentuk pengalaman belajar. Gagasan ini memperkuat keyakinan bahwa belajar tidak terjadi di ruang hampa; ia selalu terkait dengan tempat, kondisi sosial, dan dinamika wilayah yang dapat membuka sekaligus membatasi peluang peserta didik. Selanjutnya, buku ini menekankan peserta didik sebagai subjek aktif dalam pembelajaran, termasuk dalam proses berpikir matematis yang reflektif, pengakuan atas kesalahan sebagai bagian dari pembelajaran, hingga pentingnya partisipasi peserta didik dalam membangun konsep. Pada bagian lain, pembaca disuguhkan pembahasan tentang keberagaman gaya belajar, cara berpikir, dan diferensiasi pembelajaran sebagai bentuk penghormatan atas perbedaan individu—sebuah prasyarat penting untuk pendidikan yang adil dan bermakna. Buku ini juga mengangkat dimensi sosial-budaya yang kerap luput dari perhatian. Potensi belajar tidak dapat dilepaskan dari bahasa, budaya tutur, literasi keluarga, serta narasi lokal yang membentuk identitas peserta didik. Karena itu, pembelajaran yang sensitif budaya bukanlah pelengkap, melainkan kebutuhan untuk menghadirkan pendidikan yang relevan, berakar, dan menghargai realitas hidup peserta didik.
ISBN: (proses)
Harga: Rp 100.000
ix+454 hlm; 15,5x23 cm